aku dan suami

aku dan suami

Entri Populer

Selasa, 22 Maret 2011

SURAT CINTA BUAT ROSUL

SURAT CINTA BUAT RASULULAH

Sejumput Kerinduan Yang Melanglang Buana

Kekasihku

Kau bahkan tak mengenal diriku namun kita punya kesamaan pernah hidup dalam kegelapan berteman kesunyiaan. Kau tinggal di gua Hira merenung didalam kesunyian sedangkan aku berada dalam rahim seorang ibu tak pernah berhenti menyebut dan mengagungkan dirimu.

Setiap lantunan lagu yang keluar dari bibir keletihannya, yang memberikan ketenangan pada diriku didalam kesunyian dan kesendirian, sembilan bulan sepuluh hari aku merasakan dan mendengarkan lagu indah tentang dirimu dengan surat surat cinta Illahi yang selalu memberi aku untuk tetap hidup dan nantinya akan selalu mengagungkan dirimu pula.

Dambaanku…

Semangkin aku tumbuh dewasa semangkin aku mengerti siapa dirimu yang sebenarnya, mengapa orang selalu memujamu dan menyebut namamu dalam doa mereka, disetiap zikir mereka namamu begitu indah terdengar di telinga setiap umatmu bahkan anak anak mereka selalu diawali dengan namamu yang terukir jelas dan dirangkai dengan namanan indah lainnya.

Pujaanku…

Kepedihan yang kurasa tak sepedih kehidupanmu sebelum kau lahir kau telah di tinggal bapakmu Abdullah,tak lama kemudian ibumu Aminah bin wahab pun menyusul kekasihnya,kau tetap tegar mengapa aku tak belajar dari semua pengalaman dirimu.

Kau cahaya penerang bagi umatmu, kau penunjuk hidup disetiap langkah yang terpatri, pemberi semangat jiwa, apa yang aku derita tak sebanding dengan apa yang kau derita di saat kau membela agamamu dan keyakinanmu.

Bagian dari jiwaku

Izinkan aku mencintaimu seperti mencintai diriku sendiri, menyambung jasamu seperti mengingat jasa kedua orang tuaku yang telah melahirkan aku dan membesarkan aku dengan penuh cintah kasih,izinkan aku bersilaturahmi padamu seperti aku berjumpa dengan kekasih hatiku.

Habibullah ku tercinta dengan mencintaimu aku merasa hidup, dengan mengasihimu aku merasa bersih dan hanya menyayangimu aku merasakan rindu yang melangla buana.
Aku merasa hampa tanpa pengajaranmu, semua cerminan perlakuanku, aku rindu ingin berjumpa denganmu, ingin mendengar Alquranmu.

Izinkan aku bersemayam dihatimu menyatu dalam gerak sholatmu menyelaras dalam aura sufimu dalam tarian Tasawufmu dan dalam energi Zuhudmu.
Terimalah cinta ini yang ikhlas,ridho dan tawakal, jadikan aku kekasih rasamu dalam penantian Tahajutku, engkau separuh dari sayapku.

Kau akan mengajak aku untuk miraj lagi menembus langir ke tujuh ke tempat yang paling tinggi Sidratal muntaha Nya dan surga yang paling indah Jannatul Ma’waa
Masukkan segala pintaku kedalam daftar izinMu untuk miraj dalam perjalanan suci Ihlahiyahku bersama kekasihku terkasih dan yang kasih, tercinta dari yang tercinta dan termulia dari yang termulia.

Dalam tiap detak jantungku kau selalu berirama dengan irama jantungku, dalam aliran darahku kau alirkan darah kemurnian hati dan perjuanganmu, dari helaan nafasku kau selalu hadir di setiap doa dan sujudku.
Untukmu yang terkasih dia lah Muhammad Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam.

Ctt; ada beberapa tulisan di kutip dari CINTA ALLAH 100%

Kamis, 17 Maret 2011

kEDEWASAANMU TELAH DATANG

MALAM SEMANGKIN LARUT

SEAKAN TAK INGIN BERANJAK DARI PERADUAN INDAHNYA,MEMBIARKANNYA TERLENA…

DINGINNYA MALAM …MERASUT DALAM JIWA NAN LARA

TAK INGIN MELEPAS RANGKULAN SANG PUJAAN HATI

MALAM…..GELAP…TEMARAN

ADAKAH YANG TERSIRAT DALAM NESTAPA,HANYA TERBUAI HAYALAN SEMATA

BAGAI PUNDUK MERINDUKAN SANG REMBULAN..

MALAM …TELAH MENDUSTAINYA…SADARKAH IA

MALAM…TELAH MENGHANYUTKANNYA DALAM DERASNYA DEBURAN OMBAK LAUT

MALAM..TELAH MEMBAWANYA DALAM MIMPI BASAHNYA

MALAM..TELAH MEMBAWANYA KEDALAM KEMESRAAN SEMU..

MALAM PULA YANG MEMBAWA IA TERDUDUK DIAM DISUDUT PERADUAANNYA…

ADA RASA YANG MENGALIR DISELA SELA….KAKI MUNGILNYA

MERAH MEMBARA…MEMBUATNYA MENJERIT KETAKUTAN…

MENANGIS…MENANGIS….

MENYEKA AIR MATA…KETAKUTAN….

BUNDA DATANG MENJELMA….

MEMBAWA RASA HANGAT DIDEKAPANNYA

TANGANNYA YANG LEMBUT MEMBELAI

SEMBARI BERKATA…MENANGISLAH ANAKKU SAYANG,MENANGISLAH SEPUAS HATIMU

JANGAN GUSAR ANAKKU..TAK PERLU KAU TAKUTI

KAU TELAH DEWASA ANAKKU….

KAU TELAH MENEMUKAAN KEDEWASAANMU ANAKKU

RANGKUL BUNDA SAYANG….

CIUM BUNDA SAYANG…

ANAKKU BERTAMBAH DEWASA….PESAN BUNDA

JAGA DIRIMU DENGAN BAIK..

JANGAN TERJERAT PERGAULAN YANG MENYESATKANMU

TATAP KEDEPAN..GAPAI CITA CITAMU…SEBAGAI MANA YANG KAU INGINKAN

SETIAP LANGKAHMU ADA DOA BUNDA DISANA

KEHAMILAN PERTAMAKU

Kehamilan Pertamaku

Kami menikah di bulan Maret 1995 awalnya aku belum ingin menikah ingin menyelesaikan kuliahku terlebih dahulu tapi karena desakan keluarga ku dan keluarga calon suamiku katanya takut terjadi apa apa pada hal kita berdua tidak melakukan yang dilarang agama walau masa pacaran kami dulu cukup lama hampir delapan tahun.

Di awal pernikahanku, aku sempat menunda kehamilanku dengan menggunakan kb suntik karena saat itu aku masih kuliah dan perekonomian kami sangatlah pas pasan karena kami berdua kuliah dan takut nantinya tak mampu menghidupi seorang anak namun entah mengapa aku dan suamiku merasa berdosa sekali seakan kami menolak dengan apa yang akan Allah titipkan pada kami berdua, sebulan setelah pernikahan kami aku tidak meneruskan lagi program kb itu lagi karena tekat kami sudah bulan untuk menerima apa yang akan Allah titipkan pada kami berdua kata orang tua dulu ada rezeki anak nantinya tidak ada yang perlu ditakutkan.


Tiga bulan kemudian aku positif hamil, betapa gembiranya kami berdua akan berkah yang Allah berikan pada kami tak perlu menunggu waktu yang lama lagi untuk sebuah kehamilan padahal aku sempat takut karena aku sempat menunda kehadiran seorang anak, kehamilanku di sambut dengan suka cita dengan keluargaku dan suamiku, seperti pada umumnya kehamilan mengalami perubahan bentuk dan kondisi tubuh yang kurang sehat, aku sempat ngidam dan muntah muntah karena muntahku tidak kunjung berhenti terpaksa aku dirawat dirumah sakit karena aku kekurangan cairan, seminggu telah dirawat di rumah sakit aku di perbolehkan pulang.

Ternyata kehamilanku yang pertama ini tak berjalan dengan mulus karena kata bidan kehamilanku mengalami kelainan dan bermasalah, aku kembali dilarikan kerumah sakit di sana aku di periksa sama dokter jaga saat itu, ya Allah cobaan apa lagi yang kau beri padaku disaat kehamilanku memasuki usia dua bulan. Dokter bilang aku harus menjalani operasi karena aku terkena usus buntu dan harus segera dioperasi karena sudah akut, ada rasa takut di diriku saat itu bagai mana dengan kehamilanku ini, bagaimana dengan anakku nantinya, alhamdulillah dokter kandungan memberi penjelasan bahwa tidak akan mengganggu kehamilanku karena usus yang buntu itu jauh dari rahim ku, aku bisa bernafas legah namun dokter bilang aku harus menggunakan dosis obat yang lebih sedikit di bandingkan dengan operasi pada umunya dan aku tidak mendapatkan antibiotik yang diinfuskan pada lenganku karena itu akan berpengaruh dengan anakku nantinya.


Alhamdulillah operasiku berjalan dengan lancar dan baik, aku dan anakku sehat walafiat. Walau saat itu kehamilanku sudah mulai membesar aku tetap kuliah dan saat kehamilanku itu tak ada teman yang tahu karena aku berpakaian longgar dan jilbab yang panjang, sampai kehamilanku berjalan delapan bulan aku sedang menyusun skripsi dimana aku harus mencari dosen pembimbingku saat itu kadang aku lupa diri bahwa aku sedang hamil sangking semangatnya mencari dosen pembimbing dimana aku harus naik turun tangga untuk memperbaiki skripsiku.

Dalam keadaan perut yang membesar aku tetap semangat menjalani kehamilan pertamaku ini kadang aku bertanya pada diri sendiri kok bisa ya dari perut yang rata menjadi besar seperti balon saja tapi itulah kekuasaan Tuhan tak ada yang dapat mengelak dari apa yang Ia ciptakan dan atas kekuasaannya dan yang lucunya saat perutku terasa gatal aku selalu memanggil suamiku untuk mengelusnya karena kebetulan saat itu tangannya kasar karena pekerjaannya yang menuntut seperti itu(sering menarik kabel listrik yang besar besar) dan sekalian kepingin dimanja, apa lagi bila anakku bergerak ia tonjok sana sini jadi perutku kelihatan benjolan sana sini he he aku sering tertawa dan kadang menangis dengan kekuasaan Tuhan yang telah ia titipkan dengan aku, aku merasa menjadi wanita yang sempurnah bisa hamil dan melahirkan dari semua itu aku baru merasakan bagai mana menjadi seorang ibu yang hamil dengan perut yang besar dan membawanya kemana saja akan pergi kadang kala menyulitkan untuk bergerak apalagi kalau sholat namun semua ku jalani dengan keikhlasan dan ini anugrah yang terindah buat suamiku dan aku sendiri.

Ternyata Allah masih memberikan aku cobaan yang membuatku sedikit sedih karena disaat aku ingin melahirkan suamiku tidak disampingku karena tugas yang tidak bisa ditinggalkan mana saat itu lampu dirumah sakit sedang padam dan aku melahirkan dalam keadaan gelap yang hanya diterangi oleh senter dan lilin ya Allah aku hanya punya satu permintaan padamu walau dalam suasana gelap ini izinkan aku melahirkan dengan mudah dan bayiku keluar dengan selamat, alhamdulillah doaku di jabah sama Allah aku melahirkan dengan mudah dan anakku lahir dengan selamat yang aku dan suamiku beri nama Rahmat Pratama Hidayatullah yang artinya anak pertama yang lahir dari rahimku karena semua hidayah

Selasa, 01 Maret 2011

SEBIDUK DI SUNGAI MUSI

Lembayung senja temaran menampakan diri
mengintip dari sela sela awan nan berarak
duduk di tepianmu menghela nafas panjang
seakan tak lagi dapat di pandang


Ketenangan sungaimu menghantam biru jiwa
terlena akan riak riak rindu bergelora
bagai tak bersandar di dermaga
duduk menepi beringsut pergi tinggalkan kepedihan jiwa


Riak gelombangmu menyanyikan lagu kerinduan
perlahan menghantam perahu mungilku
yang telah usang termakan kebimbangan hati
arahpun menghilang seperti tertelan temaran senja


Bersama mengarungi riak riak kecil mutiara air
tangan mungil di jadikan air
sebiduk disungai musi
indah mempesona jadikan panorama kaca hati
meronakan sang rembulan yang bersembunyi di balik awan


Duduk dipingir dermagamu
melepaskan pandangan nun jauh di sana
menerawangkan kepedihan di masa lalu
menjadikan tumpuan hamparan harapan yang hampir pupus
akankah menjadikan ketenangan dan kenangan semata


Di riak riak kristalmu terpatri sejuta harapan
mengayuh sejuta impian
menjaring sejumput kasih sayang
dan setumpuk cinta yang telah pupus


Sebiduk di sungai musi
menghantar tidur lelap nastalgia dua insan
yang hanyut dalam kenangan silam
menjadikan sejarah abadi karena mereka berhenti bernafas
hanya karena cinta tak terpatri
ctt..kenangan sejoli yang menghembuskan nafasnya di pelataran sungai musi1297509038941726884



Kamis, 24 Februari 2011

SAYAP CAMAR TELAH PATAH

SAYAP CAMAR TELAH PATAH

Mengelilingi dunia….
Menyanyi menghibur diri
Membuat kebahagian sendiri….
Camar telah lelah menanti dalam penantian panjangnya
Namun elang tak kunjung kembali
CAMAR….
Lelah mencari….
Lelah mengepakkan sayapnya…
Maafkan camar…..
Bukan camar tak ingin pergi mencari lagi
SAYAP CAMAR TELAH PATAH….
Lelah dalam mengepakkan sayap….mencari yang tak pasti….
Biarkan camar di sini terbuai dengan kenangan …
Biarkan camar menunggu…elang kembali
Camar kan setia menanti elang
Camar kan setia menunggu di rumah penuh kebahagian…
Rumah yang penuh dengan cinta kasih yang pernah kita ciptakan
Yang tetap berada dalam angan angan semu
Elang….pulanglah…
Elang…datanglah…
Elang…camar merindukanmu
Camar…rindu kecupanmu
Camar ..rindu rangkulanmu yang kekar
Camar..rindu tidur di pundakmu..
Sejuta kerinduan untukmu Elang
Namun…kau tak pernah kembali lagi……………