Kehamilan Pertamaku
Kami menikah di bulan Maret 1995 awalnya aku belum ingin menikah ingin menyelesaikan kuliahku terlebih dahulu tapi karena desakan keluarga ku dan keluarga calon suamiku katanya takut terjadi apa apa pada hal kita berdua tidak melakukan yang dilarang agama walau masa pacaran kami dulu cukup lama hampir delapan tahun.
Di awal pernikahanku, aku sempat menunda kehamilanku dengan menggunakan kb suntik karena saat itu aku masih kuliah dan perekonomian kami sangatlah pas pasan karena kami berdua kuliah dan takut nantinya tak mampu menghidupi seorang anak namun entah mengapa aku dan suamiku merasa berdosa sekali seakan kami menolak dengan apa yang akan Allah titipkan pada kami berdua, sebulan setelah pernikahan kami aku tidak meneruskan lagi program kb itu lagi karena tekat kami sudah bulan untuk menerima apa yang akan Allah titipkan pada kami berdua kata orang tua dulu ada rezeki anak nantinya tidak ada yang perlu ditakutkan.
Tiga bulan kemudian aku positif hamil, betapa gembiranya kami berdua akan berkah yang Allah berikan pada kami tak perlu menunggu waktu yang lama lagi untuk sebuah kehamilan padahal aku sempat takut karena aku sempat menunda kehadiran seorang anak, kehamilanku di sambut dengan suka cita dengan keluargaku dan suamiku, seperti pada umumnya kehamilan mengalami perubahan bentuk dan kondisi tubuh yang kurang sehat, aku sempat ngidam dan muntah muntah karena muntahku tidak kunjung berhenti terpaksa aku dirawat dirumah sakit karena aku kekurangan cairan, seminggu telah dirawat di rumah sakit aku di perbolehkan pulang.
Ternyata kehamilanku yang pertama ini tak berjalan dengan mulus karena kata bidan kehamilanku mengalami kelainan dan bermasalah, aku kembali dilarikan kerumah sakit di sana aku di periksa sama dokter jaga saat itu, ya Allah cobaan apa lagi yang kau beri padaku disaat kehamilanku memasuki usia dua bulan. Dokter bilang aku harus menjalani operasi karena aku terkena usus buntu dan harus segera dioperasi karena sudah akut, ada rasa takut di diriku saat itu bagai mana dengan kehamilanku ini, bagaimana dengan anakku nantinya, alhamdulillah dokter kandungan memberi penjelasan bahwa tidak akan mengganggu kehamilanku karena usus yang buntu itu jauh dari rahim ku, aku bisa bernafas legah namun dokter bilang aku harus menggunakan dosis obat yang lebih sedikit di bandingkan dengan operasi pada umunya dan aku tidak mendapatkan antibiotik yang diinfuskan pada lenganku karena itu akan berpengaruh dengan anakku nantinya.
Alhamdulillah operasiku berjalan dengan lancar dan baik, aku dan anakku sehat walafiat. Walau saat itu kehamilanku sudah mulai membesar aku tetap kuliah dan saat kehamilanku itu tak ada teman yang tahu karena aku berpakaian longgar dan jilbab yang panjang, sampai kehamilanku berjalan delapan bulan aku sedang menyusun skripsi dimana aku harus mencari dosen pembimbingku saat itu kadang aku lupa diri bahwa aku sedang hamil sangking semangatnya mencari dosen pembimbing dimana aku harus naik turun tangga untuk memperbaiki skripsiku.
Dalam keadaan perut yang membesar aku tetap semangat menjalani kehamilan pertamaku ini kadang aku bertanya pada diri sendiri kok bisa ya dari perut yang rata menjadi besar seperti balon saja tapi itulah kekuasaan Tuhan tak ada yang dapat mengelak dari apa yang Ia ciptakan dan atas kekuasaannya dan yang lucunya saat perutku terasa gatal aku selalu memanggil suamiku untuk mengelusnya karena kebetulan saat itu tangannya kasar karena pekerjaannya yang menuntut seperti itu(sering menarik kabel listrik yang besar besar) dan sekalian kepingin dimanja, apa lagi bila anakku bergerak ia tonjok sana sini jadi perutku kelihatan benjolan sana sini he he aku sering tertawa dan kadang menangis dengan kekuasaan Tuhan yang telah ia titipkan dengan aku, aku merasa menjadi wanita yang sempurnah bisa hamil dan melahirkan dari semua itu aku baru merasakan bagai mana menjadi seorang ibu yang hamil dengan perut yang besar dan membawanya kemana saja akan pergi kadang kala menyulitkan untuk bergerak apalagi kalau sholat namun semua ku jalani dengan keikhlasan dan ini anugrah yang terindah buat suamiku dan aku sendiri.
Ternyata Allah masih memberikan aku cobaan yang membuatku sedikit sedih karena disaat aku ingin melahirkan suamiku tidak disampingku karena tugas yang tidak bisa ditinggalkan mana saat itu lampu dirumah sakit sedang padam dan aku melahirkan dalam keadaan gelap yang hanya diterangi oleh senter dan lilin ya Allah aku hanya punya satu permintaan padamu walau dalam suasana gelap ini izinkan aku melahirkan dengan mudah dan bayiku keluar dengan selamat, alhamdulillah doaku di jabah sama Allah aku melahirkan dengan mudah dan anakku lahir dengan selamat yang aku dan suamiku beri nama Rahmat Pratama Hidayatullah yang artinya anak pertama yang lahir dari rahimku karena semua hidayah
Kami menikah di bulan Maret 1995 awalnya aku belum ingin menikah ingin menyelesaikan kuliahku terlebih dahulu tapi karena desakan keluarga ku dan keluarga calon suamiku katanya takut terjadi apa apa pada hal kita berdua tidak melakukan yang dilarang agama walau masa pacaran kami dulu cukup lama hampir delapan tahun.
Di awal pernikahanku, aku sempat menunda kehamilanku dengan menggunakan kb suntik karena saat itu aku masih kuliah dan perekonomian kami sangatlah pas pasan karena kami berdua kuliah dan takut nantinya tak mampu menghidupi seorang anak namun entah mengapa aku dan suamiku merasa berdosa sekali seakan kami menolak dengan apa yang akan Allah titipkan pada kami berdua, sebulan setelah pernikahan kami aku tidak meneruskan lagi program kb itu lagi karena tekat kami sudah bulan untuk menerima apa yang akan Allah titipkan pada kami berdua kata orang tua dulu ada rezeki anak nantinya tidak ada yang perlu ditakutkan.
Tiga bulan kemudian aku positif hamil, betapa gembiranya kami berdua akan berkah yang Allah berikan pada kami tak perlu menunggu waktu yang lama lagi untuk sebuah kehamilan padahal aku sempat takut karena aku sempat menunda kehadiran seorang anak, kehamilanku di sambut dengan suka cita dengan keluargaku dan suamiku, seperti pada umumnya kehamilan mengalami perubahan bentuk dan kondisi tubuh yang kurang sehat, aku sempat ngidam dan muntah muntah karena muntahku tidak kunjung berhenti terpaksa aku dirawat dirumah sakit karena aku kekurangan cairan, seminggu telah dirawat di rumah sakit aku di perbolehkan pulang.
Ternyata kehamilanku yang pertama ini tak berjalan dengan mulus karena kata bidan kehamilanku mengalami kelainan dan bermasalah, aku kembali dilarikan kerumah sakit di sana aku di periksa sama dokter jaga saat itu, ya Allah cobaan apa lagi yang kau beri padaku disaat kehamilanku memasuki usia dua bulan. Dokter bilang aku harus menjalani operasi karena aku terkena usus buntu dan harus segera dioperasi karena sudah akut, ada rasa takut di diriku saat itu bagai mana dengan kehamilanku ini, bagaimana dengan anakku nantinya, alhamdulillah dokter kandungan memberi penjelasan bahwa tidak akan mengganggu kehamilanku karena usus yang buntu itu jauh dari rahim ku, aku bisa bernafas legah namun dokter bilang aku harus menggunakan dosis obat yang lebih sedikit di bandingkan dengan operasi pada umunya dan aku tidak mendapatkan antibiotik yang diinfuskan pada lenganku karena itu akan berpengaruh dengan anakku nantinya.
Alhamdulillah operasiku berjalan dengan lancar dan baik, aku dan anakku sehat walafiat. Walau saat itu kehamilanku sudah mulai membesar aku tetap kuliah dan saat kehamilanku itu tak ada teman yang tahu karena aku berpakaian longgar dan jilbab yang panjang, sampai kehamilanku berjalan delapan bulan aku sedang menyusun skripsi dimana aku harus mencari dosen pembimbingku saat itu kadang aku lupa diri bahwa aku sedang hamil sangking semangatnya mencari dosen pembimbing dimana aku harus naik turun tangga untuk memperbaiki skripsiku.
Dalam keadaan perut yang membesar aku tetap semangat menjalani kehamilan pertamaku ini kadang aku bertanya pada diri sendiri kok bisa ya dari perut yang rata menjadi besar seperti balon saja tapi itulah kekuasaan Tuhan tak ada yang dapat mengelak dari apa yang Ia ciptakan dan atas kekuasaannya dan yang lucunya saat perutku terasa gatal aku selalu memanggil suamiku untuk mengelusnya karena kebetulan saat itu tangannya kasar karena pekerjaannya yang menuntut seperti itu(sering menarik kabel listrik yang besar besar) dan sekalian kepingin dimanja, apa lagi bila anakku bergerak ia tonjok sana sini jadi perutku kelihatan benjolan sana sini he he aku sering tertawa dan kadang menangis dengan kekuasaan Tuhan yang telah ia titipkan dengan aku, aku merasa menjadi wanita yang sempurnah bisa hamil dan melahirkan dari semua itu aku baru merasakan bagai mana menjadi seorang ibu yang hamil dengan perut yang besar dan membawanya kemana saja akan pergi kadang kala menyulitkan untuk bergerak apalagi kalau sholat namun semua ku jalani dengan keikhlasan dan ini anugrah yang terindah buat suamiku dan aku sendiri.
Ternyata Allah masih memberikan aku cobaan yang membuatku sedikit sedih karena disaat aku ingin melahirkan suamiku tidak disampingku karena tugas yang tidak bisa ditinggalkan mana saat itu lampu dirumah sakit sedang padam dan aku melahirkan dalam keadaan gelap yang hanya diterangi oleh senter dan lilin ya Allah aku hanya punya satu permintaan padamu walau dalam suasana gelap ini izinkan aku melahirkan dengan mudah dan bayiku keluar dengan selamat, alhamdulillah doaku di jabah sama Allah aku melahirkan dengan mudah dan anakku lahir dengan selamat yang aku dan suamiku beri nama Rahmat Pratama Hidayatullah yang artinya anak pertama yang lahir dari rahimku karena semua hidayah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar